Metode membaca Al-Qur’an yang mudah? Tilawati saja
Al-Qur’an erat kaitannya dengan agama islam, bagaimana tidak, Al-Qur’an adalah kitab suci agama islam yang keasliannya dan kesuciannya masih tetap bertahan sejak dulu, sekarang serta sampai masa yang akan datang, Mempelajari Al-Qur’an wajib hukumnya.
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an)” (QS. al-Ankabut/29:45).
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Qur’an)”(QS. al-Kahfi/18:27).
"Dan aku perintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri. Dan supaya aku membaca Al-Qur’an (kepada manusia)” (QS. An-Naml/27: 91-92).
Rasulullah Saw menerangkan tentang keutaman membaca Al-Quran, selain membuat seorang Muslim memahami ajarannya (Islam):
“Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia datang memberi syafa’at bagi pembacanya di hari Kiamat” (HR Muslim).
Dalam hadits Shahih Muslim lain ditegaskan besarnya pahala membaca Al-Quran:
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka dia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf” [HR Muslim]
Dari paparan di atas, maka hukum membaca, memahami, dan melaksanakan isi Al-Quran adalah WAJIB bagi setiap Muslim karena Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam.
Meski begitu masih banyak orang yang kesulitan dalam membaca Al-Qur’an, maka dari itu berbagai metode cara membaca Al-Qur’an dihadirkan di tengah masyarakat, salah satunya adalah cara membaca Al-Qur’an metode Tilawati.
Seperti yang dilakukan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada Selasa, 6 November 2018, dibawah bimbingan Drs. H. Ali Muaffa salah satu tim penyusun membaca Al-Qur’an metode Tilawati, beliau memperkenalkan metode Tilawati Kepada Mahasiswa dan Mahasiswi yang mengikuti kuliah tambahan Studi Al-Qur’an di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Beberapa ciri pembelajaran tilawati.
1. Pendekatan pembelajaran seimbang antara pembiasaan melalui metode klasikal dan kebenaran membaca melalui pendekatan individual dengan teknik baca simak
2. Penggunaan lagu rost sebagai lagu standart pembelajaran
3. Pendekatan klasikal menggunakan 3 teknik pembelajaran. Yakni, teknik 1, guru membaca santri/siswa mendengarkan. Tekik 2, guru membaca santri menirukan. Teknik 3 guru dan santri membaca bersama-sama.
4. Alokasi waktu penerapan klasikal 15 menit. Alokasi baca simak 30 menit.
5. Kenaikan halaman buku tilawati dilakukan bersama-sama dalam satu kelas, bila santri lancar dalam satu kelas mencapai angka 70 persen.
6. Satu jilid buku diselesaikan dalam waktu 60 kali pertemuan. Dengan standart tatap muka tiap minggu 5 kali.
Tak hanya Metode tilawati saja yang bisa di terapkan di indonesia masih banyak metode baca Al-Qur’an yang lain, semua butuh proses dan metode tersendiri dalam penyampaiannya.
“Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al- Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”Q.S. Al-Qamar [54]: 17
Kunjungi juga ya....
http://www.terapishalatbahagia.net
Semoga bermanfaat



Jangan lupa baca qur'an!!!!
BalasHapusOkesiyap
Hapusممتاز
BalasHapusMantapp ka
BalasHapusOkede
Hapusbahasanya mudah bgt dipahami..
BalasHapusjgn lupa berkunjung di blog ku jugaaa yaaa
Okelah
Hapusbagus banget si qq
BalasHapussemoga bermanfaat yaaa
BalasHapusguuuddd
BalasHapusSungguh bermanfaat
BalasHapusSemangat......
BalasHapusSemoga bermanfaat....
BalasHapusAamiin
HapusWah bagus sekalii
BalasHapusterbaek
BalasHapusZeeep
HapusTer the best wes
BalasHapusMasyaAllah syukron ilmunya 🙏
BalasHapusTerimakasih ilmu nya
BalasHapus